Subscribe:

Labels

Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Agustus 2012

Cinta Abu Bakar untuk Al-Musthafa

Ketika Rasulullah berada di hadapan,

Ku pandangi pesonanya dari kaki hingga ujung kepala

Tahukah kalian apa yang terjelma?

Cinta!

(Abu Bakar Shiddiq r.a)

Gua Tsur. Wajah Abu Bakar pucat pasi. Langkah kaki para pemuda Quraisy tidak lagi terdengar samar. Tak terasa tubuhnya bergetar hebat, betapa tidak, dari celah gua ia mampu melihat para pemburu itu berada di atas kepalanya. Setengah berbisik berkatalah Abu Bakar. “Wahai Rasul Allah, jika mereka melihat ke kaki-kaki mereka, sesungguhnya mereka pasti melihat kita berdua”. Rasulullah memandang Abu Bakar penuh makna. Ditepuknya punggung sahabat dekatnya ini pelan sambil berujar “Janganlah engkau kira, kita hanya berdua. Sesungguhnya kita bertiga, dan yang ketiga adalah Dia, yang menggenggam kekuasaan maha, Allah”.

Senin, 30 Juli 2012

Kisah Seorang Pemuda yang Sembuh dari Lumpuh Berkah dari Kesabarannya



 Seorang dokter spesialis luka dalam Riyadh yang bernama Dr. Khalid Al Jubir berkisah tentang dirinya dan sahabatnya. Beginilah kisahnya, selama kuliah dulu dia memiliki seorang teman mahasiswa akademi militer. Dalam semua hal dia memiliki banyak kelebihan dibanding teman-temannya yang lain. Selain baik hati, pemuda ini juga amat rajin shalat malam dan tidak pernah lalai menjalankan shalat lima waktu.
Pemuda ini lulus dengan nilai memuaskan. Tentu saja ia sangat ingin senang. Namun tak ada yang bisa menduga jalannya takdir. Suatu saat pemuda ini terserang penyakit influensa, dan sejak saat itu fisiknya menjadi lemah hingga mudah terserang berbagai macam penyakit. Hingga karena komplikasi penyakit yang beragam, ia menjadi lumpuh. Tubuhnya tidak mampu lagi digerakkan sama sekali. Semua dokter yang menanganinya mengatakan kepada Dr.Khalid, kalau kemungkinan kesembuhan untuk pemuda itu sekitar 10% saja.

Minggu, 03 Juni 2012

Pahala Bersedekah


Di kota Array terdapat seorang Qadhi yang kaya-raya. Suatu pagi di hari Asyura’ datanglah seorang miskin meminta sedekah. “Wahai tuan Qadhi, saya seorang miskin yang mempunyai tanggungan keluarga. Demi kehormatan dan kemuliaan hari ini, saya meminta pertolongan dari tuan. Berilah saya sedekah sekadarnya berupa sepuluh keeping roti, lima potong daging dan dua dirham uang.”

Qadhi menjawab, “Datanglah selepas shalat Zuhur!”

Selepas shalat Zuhur, orang miskin itu pun dating. Sayangnya si Qadhi kaya itu tidak menepati janjinya dan menyuruh si miskin dating lagi selepas sholat Ashar.

Minggu, 20 Mei 2012

Tak Mau Pahalanya Berkurang


Pada masa Bani Israil ada seorang pemuda yang ketampanannya tidak tertandingkan. Dia bekerja sebagai pejual keranjang dari pelepah kurma. Pada suatu hari, ketika berkeliling membawa keranjang dagangannya, ada seorang wanita keluar dari rumah seorang raja Bani Israil. Ketika melihatnya, si wanita dengan cepat masuk kembali ke dalam rumah untuk memberitahu putri raja. “Di pintu tadi saya melihat seorang pemuda yang menjual keranjang. Tak pernah saya melihat pemuda setampan dia.”

Sang putrid berkata. “Suruh dia masuk.”

Si wanita tadi keluar dan mengajak masuk pemuda itu. Setelah pemuda masuk, pintu dikunci rapat. Lalu datanglah sang putrid menemuinya dengan wajah dan bagian lehernya terbuka. “Hai, tutuplah (auratmu), semoga Allah memaafkanmu!” ujar si pemuda.

Dengan terus terang si wanita menjawab, “Kami tidak memanggilmu untuk membeli daganganmu. Tapi untuk melakukan sesuatu.” Si wanitapun mulai menggoda dan merayunya.

Senin, 14 Mei 2012

Kisah Nyata dari Jordan

Sepasang wanita muda sedang duduk duduk pada sebuah bar di hotel berbintang lima, dengan pemandangan “Laut Mati” (Dead Sea), sekitar 40 km dari kota Amman Ibu kota Jordan, hotel itu terletak sangat dekat dengan perbatasan Israel, mereka sedang menikmati “Tequilla”, itulah salah satu jenis minuman keras yang paling umum disana. 

Ketika dalam perjalanan pulang, keduanya menyaksikan seorang wanita yang tergeletak di tengah jalan, keadaannya sangat mengerikan, wanita itu sangat dikenal oleh keduanya, seorang PSK yang selalu mabuk dari hasil kerjaannya, wanita itu tergeletak di tengah jalan dalam keadaan tak bernyawa, perutnya yang buncit dan menonjol menunjukkan bahwa ia sedang hamil tua telah pecah, sedangkan dilehernya masih tergantung termos besi yang berisi arak. 

Wanita itu tewas disebabkan menyeberang dalam keadaan mabuk. Tubuhnya yang kurus dengan perut yang buncit itu dihantam sebuah truk peti kemas hingga terlempar. Belum cukup hantaman truk besar itu melandanya, tubuh wanita itu bagaikan panah lepas dari busurnya menghantam tebing karang disamping jalan. Lalu tubuh penuh dosa itu terhempas di kerikil tajam di teras jalan. Tulang kepalanya remuk, sebagian

Jumat, 11 Mei 2012

Harga Segelas Air

Tahukan sahabat berapa nilai segelas air disisi Harun Al-Rasyid, penguasa Dinasti Abbasiyah (766-809M), yang pada masanya dinilai sebagai bagian dari masa keemasan Islam? Atau di sisi Umar bin Khathab r.a? Atau bahkan disisi Tuhan? Di balik kisah berikut ini terkadung pelajaran yang sangat berharga dalam kaitannya dengan penggunaan air.

Suatu ketika, Harun Al-Rasyid duduk gelisah entah apa sebabnya. Dia memerintahkan salah seorang pembantunya untuk mengundang Abu As-Sammak, seorang ulama terhormat pada masanya.

"Nasihatilah aku, wahai Abu As-Sammak," kata Al-Rasyid.
Pada saat itu seorang pelayan membawa segelas air untuk Al-Rasyid, dan ketika dia bersiap untuk meminumnya, Abu As-Sammak berkata "Tunggu sebentar wahai Amirul mukminin. Demi Tuhan, aku mengharap agar pertanyaanku dijawab dengan jujur. Seandainya Anda haus, tapi segelas air ini tak dapat Anda minum, berapa harga yang bersedia Anda bayar demi melepas dahaga?"
"Setengah dari yang kumiliki," ujar Al-Rasyid dan kemudian ia pun meminumnya.
Beberapa saat kemudian Abu As-Sammak bertanya lagi, "Seandainya apa yang Anda minum tadi tidak dapat keluar, sehingga mengganggu kesehatan Anda, berapakah Anda bersedia membayar untuk kesembuhan Anda?"

Kamis, 19 April 2012

Kekayaan, Kesuksesan Dan Cinta

Seorang wanita baru saja kembali kerumahnya setelah bepergian, ia terkejut karena melihat 3 orang pria berjanggut sedang duduk di halaman depan rumahnya. Ia tidak mengenal satupun diantara mereka. Lalu wanita itu berkata, "Maaf, aku tidak mengenal anda, tapi aku yakin anda semua pasti lapar. Mari masuk dulu, mudah-mudahan aku masih punya sesuatu untuk mengganjal perut."

Pria berjanggut itu lalu balik bertanya,"Apakah suamimu sudah pulang?" wanita itu menjawab,"Belum, dia sedang keluar."

"Oh kalau begitu, kami tidak akan masuk. Kami akan menunggu disini sampai suamimu kembali," kata pria itu.

Di waktu senja, saat suaminya telah tiba dan keluarganya itu sedang berkumpul menikmati senja yang indah, sang istri menceritakan semua kejadian yang dialaminya tadi siang. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian itu, namun selanjutnya ia mengerti dan berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan bersama."

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka, "Maaf, kami tidak bisa masuk bersama-sama," kata pria itu hampir bersamaan.

"Loh, kenapa?" tanya wanita itu karena merasa heran.

Rabu, 18 April 2012

Potret Keteguhan Seorang Ulama

Yudi Elfian

Pada masa pemerintahan Bani Umayyah, Hajaj bin Yusuf diamanahkan untuk menjadi Wakl Gubernur Baghdad. Namun pada waktu itu orang yang membela kebenaran dianggapingkar. Mencegah kezaliman berarti pemberontak dan mengungkapkan perasaan disebut khianat. Said bin Jubair salah seorang ulama pada masa mendapatkan cap semua itu. Mengapa demikian? Marilah kita ikuti kisah hari-hari terakhir beliau ketika menemui rabbnya.
Setelah beberapa hari dalam pencarian, akhirnya Said bin Jubair dapat ditemukan dan dibawa ke Baghdad untuk dihadapkan kepada wali yang zalim. Setiba di Istana terjadilah dialog antara bin Jubair dan Hajaj bin Yusuf.
“Siapa nama Anda?” Tanya Hajaj. “Said bin Jubair (yang bahagia anak orang yang teguh red),” jawab Said. “Tidak, nama Anda yang layak adalah Syaqiy bin Kusair (si celaka anak si pecah, red),” hardik sang wakil gubernur. Mendengar demikian, dengan tegas Said berkata, “Yang memberi nama adalah orang tuaku, bukan Anda, Anda tidak berhak mengubahnya.”
Belum lagi Said selesai bicara, tiba-tiba Hajaj mencelanya “Celakalah kamu dan ibu bapakmu yang memberi nama seperti itu.” Dijawab, “Anda tidak dapat mencela seperti itu. Hanya Allah Yang Maha Kuasa.” Hajaj marah, “Diam! Jangan banyak bicara! Saya akan kirim kamu ke neraka.” Said menyahut, “Jika saya tahu bahwa Anda berkuasa menentukan tempat di akhirat, tentu sejak dari dulu saya menyembah Anda.”
“Bagaimana pendapatmu tentang Ali bin Abu Thalib?’ “Kalau saya pernah masuk surga atau neraka, tentu saya akan katakana kepada Anda siapa saja yang saya lihat di dalamnya.” “Bagaimana pendapatmu tentang khalifah-khalifah lainnya?” “Bukan tugasku menyelidiki amalan-amalan mereka.” “Siapakah diantara mereka yang kamu suka?” “Yang paling tunduk kepada Allah.” “Menurutmu siapakah yang paling tunduk kepada Allah?” “Hanya Allah Yang Maha Mengetahui.” “Mengapa engkau tidak pernah tertawa?” “Hati kita tidak sama.”
Hajaj menyuruh salah seorang prajuritnya untuk mengeluarkan permata yang mahal-mahal, seperti nilam dan mutiara untuk diletakkan di hadapan Said. Melihat sikap buruk demikian, Said berkata, ”Tidak ada gunanya Anda membanggakan harta karena harta itu tidak dapat menyelamatkan diri Anda dari dahsyatnya hari Kiamat.”

Selasa, 13 Desember 2011

Belajarlah Bersyukur, Wahai Anak Muda

Alkisah seorang anak muda yang sedang bersedih hati, tengah duduk- duduk di sebuah taman. Dia menempati sebuah bangku yang hanya ada satu bapak tua saja disebelahnya. Anak muda tersebut kemudian mengajak si pak tua bercakap- cakap sambil melepas lelah dan menghangatkan suasana.
Dia kemudian menceritakan tentang begitu banyak penderitaan serta kekurangan dalam hidupnya. Sesekali dia menangis sambil menyeka air matanya. Sungguh sangatlah berat beban di hatinya.
Setelah beberapa saat mereka menghabiskan waktu bersama, anak muda tersebut berkata kepada bapak tua, " Kau lebih tua dari pada aku, maka berilah aku ilmu tentang pengalaman hidupmu". Si bapak tua hanya tersenyum, lalu dia berkata,
"anak muda, bagaimana pendapatmu, kalau ada seseorang yang kaya, yang bersedia membeli matamu itu dengan harga berapapun yang kau mau? apa kau bersedia? "
" Tidak, aku tidak akan mau, walau berapapun dia membayarku. Bukankah kesehatan itu jauh lebih berharga, pak tua?" Jawabnya tersebut bersemangat.
" Lalu bagaimana kalau dia mengganti pilihannya dengan membeli kedua kakimu? mungkin dengan harga yang lebih mahal lagi misalnya" Lanjut pak tua tersebut.
" Apa gunanya semua uang itu pak tua, kalau aku tidak bisa menikmati dunia ini karena aku pincang?. Aku tidak mau"

Kamis, 10 Februari 2011

Mengenal Al-Battani : “Sang Penemu Hitungan Jarak Keliling Bumi”

Sejak berabad-abad lamanya, astronomi dan matematika begitu lekat dengan umat Islam. Tak heran bila sejumlah ilmuwan di kedua bidang tersebut bermunculan. Salah seorang di antaranya adalah Abu Abdallah Muhammad Ibn Jabir Ibn Sinan Al-Battani. Ia lebih dikenal dengan panggilan Al-Battani atau Albatenius.
Al Battani lahir di Battan, Harran, Suriah pada sekitar 858 M. Keluarganya merupakan penganut sekte Sabbian yang melakukan ritual penyembahan terhadap bintang. Namun ia tak mengikuti jejak langkah nenek moyangnya, ia lebih memilih memeluk Islam. Ketertarikannya dengan benda-benda yang ada di langit membuat Al Battani kemudian menekuni astronomi. Secara informal ia mendapatkan pendidikan dari ayahnya yang juga seorang ilmuwan, Jabir Ibn San’an Al-Battani. Keyakinan ini menguat dengan adanya bukti kemampuan Al Battani membuat dan menggunakan sejumlah perangkat alat astronomi seperti yang dilakukan ayahnya.

Beberapa saat kemudian, ia meninggalkan Harran menuju Raqqa yang terletak di tepi Sungai Eufrat, di sana ia melanjutkan pendidikannya. Di kota inilah ia melakukan beragam penelitian hingga ia menemukan berbagai penemuan cemerlangnya. Pada saat itu, Raqqa menjadi terkenal dan mencapai kemakmuran.
Ini disebabkan karena kalifah Harun Al Rashid, khalifah kelima dalam dinasti Abbasiyah, pada 14 September 786 membangun sejumlah istana di kota tersebut. Ini merupakan penghargaan atas sejumlah penemuan yang dihasilkan oleh penelitian yang dilakukan Al Battani. Usai pembangunan sejumlah istana di Raqqa, kota ini menjadi pusat kegiatan baik ilmu pengetahuan maupun perniagaan yang ramai.

Selasa, 08 Februari 2011

Kisah Nabi Musa Dengan Seorang Pezina

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu pelan- pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk".
Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia Berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya."
"Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s. terkejut.
"Saya takut mengatakannya."jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.

Ketika Fatimah Menanggalkan Pakaian Kesombongan

Semasa hidupnya, Ali bin Abi Thalib dan istrinya, Fatimah Az-Zahra dapat saja hidup dengan mudah dan harta yang berlimpah. Karena mereka adalah putri dan menantu Nabi Muhammad SAW. Namun hal itu tidak pernah mereka lakukan.

Ada sebuah kisah mengenai suatu hari dimana Rasulullah datang mengunjungi Fatimah, dan mencari cucu-cucunya. Fatimah menjawab, “Pagi ini tidak ada sesuatu di rumah yang dapat dicicipi, sehingga Ali mengatakan,’Saya akan pergi dengan keduanya ke rumah seorang Yahudi.”


Rasulullah kemudian menyusulnya dan melihat kedua cucunya sedang memainkan sisa kurma. Rasul bertanya, “Wahai Ali, mengapa engkau tidak menyuruh kedua anakku ini pulang sebelum mereka kepanasan?” Ali menjawab, “Pagi ini tak ada sesuatu pun yang kami miliki di rumah. Bagaimana jika engkau duduk dulu, wahai Rasulullah, sampai aku mengumpulkan buah untuk Fatimah?”


Sabtu, 15 Januari 2011

Dulu saya kuli bangunan, akhi... (Kisah Inspirasi 2)

Namanya mungkin sudah tidak asing bagi beberapa orang, khususnya yang pernah bersinergi bersama beliau dalam acara-acara motivasi trainingnya. “Dosen” muda berbakat, begitu sebuah selebaran menyebut dirinya. Pribadi yang penuh optimisme dan semangat... demikian saya mengenal sosoknya.

“Mas... ceritakan sedikit tentang masa lalu antum sebelum kuliah, hingga kini menjadi salah seorang motivator ulung...” demikian saya bertanya padanya suatu hari.

Sejenak ia berusaha mengingat-ingat sambil mencoba mencari kata yang tepat untuk memulai.

“Perjalanan saya untuk memperoleh pendidikan yang layak setelah lulus SMA... betul-betul penuh perjuangan. Jika siswayang lain selepas SMA segera melanjutkan kuliah... saya harus bekerja dahulu. Dan jangan bayangkan pekerjaan yang saya lakukan adalah sebuah pekerjaan yang mudah, akh...”

The Little Giant... (Kisah Inspirasi 1)

Banyak orang yang menganggap kegagalan adalah sebuah akhir dari perjuangan, sementara ada sebagian lainnya yang justru menganggap kegagalan adalah awal dari perjuangan besar kehidupannya. Berikut saya ceritakan beberapa sosok sederhana yang mampu bangkit dari “kegagalan” dan rintangan kehidupannya menuju pencapaian gemilang... tentu ini hanya sebagian contoh saja, dan siapa tahu anda termasuk di dalamnya... Tulisan ini akan saya bagi dalam beberapa bagian... dan ini adalah bagian pertama...

Bissmillah...

The Little Giant

“Raksasa yang kecil” mungkin demikian saya menjulukinya. Perawakan sosoknya kecil layaknya seorang anak yang baru masuk SMA jika melihat raut wajahnya yang begitu muda, padahal umurnya tak beda jauh dengan saya. Berada satu fakultas dan satu angkatan dengannya membuat saya cukup akrab dengan dirinya, meski kami beda jurusan. Yang pasti, setiap saya bertemu dengannya, senyuman ramah  diiringi dengan salam bernada halus tak akan ia lupa sertakan dalam interaksinya. Subhanallah... meski sedikit banyak saya tahu... selama kuliahnya ia berusaha membiayai dirinya sendiri dengan bekerja sebagai pengajar privat dengan gaji yang pas-pasan... namun senyum tulus pada wajahnya yang polos itu selalu bisa menutupi permasalahan hidupnya hingga akhir masa studinya yang menghantarkannya meraih jenjang sarjana...

Rabu, 05 Januari 2011

Pencuri Impian

Ada seorang gadis yang sangat suka menari. Kepandaiannya menari sangat menonjol dibanding dengan rekan-rekannya, sehingga dia sering menjadi juara di berbagai perlombaan. Dia berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti dia ingin menjadi penari kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menari di Rusia, Cina, Amerika, Jepang, dan ditonton oleh ribuan orang sambil memberi tepuk tangan kepadanya.

Suatu hari, dikotanya dikunjungi oleh seorang pakar tari yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat, dan dari tangan dinginnya telah dilahirkan penari-penari kelas dunia. Gadis muda ini ingin sekali menari dan menunjukkan kebolehannya di depan sang pakar, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya.

Minggu, 02 Januari 2011

Kisah Islami Teladan Akibat Berdusta

Ada sebuah cerita tentang betapa jeleknya sikap seorang Muslim yang menghina saudaranya yang Muslim. Cerita ini dikisahkan oleh Husein Mazhairi dalam bukunya Jihad an-Nafs. Ada seorang wanita tua pergi menemui dokter.

Dia berkata kepada dokter, “Kertas resep yang telah anda berikan kepada saya telah saya rebus dan saya minum, akan tetapi kesehatan saya belum juga pulih.” Wanita tua itu tidak mengerti bahwa kertas resep itu harusnya untuk menebus obat di apotik bukannya direbus dan diminumnya.

Dokter itu kemudian berkata kepadanya, “Betapa ruginya roti yang diberikan kepada anda oleh suami anda.” Lalu dokter itu pun kembali menuliskan resep, dan menyuruh wanita desa itu pergi ke apotik untuk menebus obat dan menggunakannya, agar penyakitnya sembuh.” Kemudian tiba giliran sahabat Husein Mazhairi, sudah tidak ada orang lain selain dia dan dokter.

Rabu, 29 Desember 2010

Kala Yusuf Mansyur Mencari Tuhan yang Hilang

Ketika mereka melupakan apa-apa yang Kami peringatkan kepada mereka, justru Kami bukakan pintu segala kesempatan buat mereka. Maka kemudian ketika mereka merasa senang, merasa gembira, dengan keberhasilan, kesuksesan mereka, tiba-tiba Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, jadilah mereka terdiam berputus asa.” (Al An’am: 44)

    Itulah ayat yang tercetak di sampul belakang buku Mencari Tuhan yang Hilang karya Ustadz muda Yusuf Mansyur. Dimana 35 kisah perjalanan spiritual  pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran Bula Santri, Cipondoh, Tangerang dan pimpinan pengajian Wisata Hati ini dalam menepis azab dan menuai rahmat di dalamnya, akan membuat Anda terhenyak, terharu, tercenung. 
    Untuk kemudian merenung.
    Bahwa kita, bisa jadi termasuk salah satu hambaNya yang lalai. 
                        ***

Aneh tapi untung

Sebuah kisah nyata, tentang William Henry Harrison, presiden Amerika ke-9. Waktu itu William kecil memiliki pertunjukan yang aneh, hari itu ia pergi ke sebuah taman yang saat itu ramai dikunjungi oleh orang-orang. Pada waktu itu banyak yang berpikir bahwa William kecil itu begitu dungunya, apa pasal? oh ternyata ketika orang-orang memberikan pecahan uang dollar ia selalu mengambil hanya pecahan 1 dollar meskipun pada waktu itu banyak yang memberikan pecahan 5, 10 dollar namun ia menolaknya dan tidak menggubrisnya.
Orang-orang pun merasa begitu bodohnya si William itu, dan banyak orang yang mencoba menguji kebodohannya, dan ternyata memang setiap uang yang dilemparkan ke arahnya, si William kecil hanya mengambil pecahan 1 dollar saja!.
Hingga suatu hari, lewatlah guru William disana dan mencoba menjelaskan kepada William
"William, uang 10 dollar itu lebih besar dari 5 dollar, dan 5 dollar itu lebih besar dari 1 dollar"
"Saya tahu Bu guru, tetapi kalau saya mengambil selain 1 dollar maka tidak ada lagi yang aneh pada diri saya, lihatlah mereka justru senang dengan perilaku saya dan terus mencoba memberikan uang dan sayapun senang"
Ada pelajaran menarik disini, bahwa Ia mungkin terlihat bodoh tetapi justru kecerdasan emosinya membuatnya tidak memperdulikan dirinya ditertawakan orang, namun sebenarnya justru ia sedang menertawakan kebodohan orang lain.

Jumat, 24 Desember 2010

Pengantin Baru Masuk Syurga

Pada suatu hari laki-laki bernama Julaibiib menghadap Rasulallah Saw. Julaibiib adalah orang yang sangat melarat.

Dia bertanya: “Ya Rasulallah! Jika aku mati dalam keadaanku yang beriman ini apakah Allah SWT akan memasukkan aku ke dalam surga dan mengawainkan aku dengan bidadari?

“Ya tentu, insya Allah!”jawab Rasulallah Saw. “Mengapa sahabat-sahabat Tuan setiap yang aku lamar puterinya, semua menolak dan tidak menikahkan puterinya denganku?” tanya Julaibiib lagi.

Kamis, 23 Desember 2010

Kasih Sepanjang Jalan

Di stasiun kereta api bawah tanah Tokyo, aku merapatkan mantel wol tebalku erat-erat. Pukul 5 pagi. Musim dingin yang hebat. Udara terasa beku mengigit. Januari ini memang terasa lebih dingin dari tahun-tahun sebelumnya. Di luar salju masih turun dengan lebat sejak kemarin. Tokyo tahun ini terselimuti salju tebal, memutihkan segenap pemandangan.

 

Stasiun yang selalu ramai ini agak sepi karena hari masih pagi. Ada seorang kakek tua di ujung kursi, melenggut menahan kantuk. Aku melangkah perlahan ke arah mesin minuman. Sesaat setelah sekeping uang logam aku masukkan, sekaleng capucino hangat berpindah ke tanganku. Kopi itu sejenak menghangatkan tubuhku, tapi tak lama karena ketika tanganku menyentuh kartu pos di saku mantel, kembali aku berdebar.