Subscribe:

Labels

Sabtu, 15 Januari 2011

Dulu saya kuli bangunan, akhi... (Kisah Inspirasi 2)

Namanya mungkin sudah tidak asing bagi beberapa orang, khususnya yang pernah bersinergi bersama beliau dalam acara-acara motivasi trainingnya. “Dosen” muda berbakat, begitu sebuah selebaran menyebut dirinya. Pribadi yang penuh optimisme dan semangat... demikian saya mengenal sosoknya.

“Mas... ceritakan sedikit tentang masa lalu antum sebelum kuliah, hingga kini menjadi salah seorang motivator ulung...” demikian saya bertanya padanya suatu hari.

Sejenak ia berusaha mengingat-ingat sambil mencoba mencari kata yang tepat untuk memulai.

“Perjalanan saya untuk memperoleh pendidikan yang layak setelah lulus SMA... betul-betul penuh perjuangan. Jika siswayang lain selepas SMA segera melanjutkan kuliah... saya harus bekerja dahulu. Dan jangan bayangkan pekerjaan yang saya lakukan adalah sebuah pekerjaan yang mudah, akh...”



Saya manggut-manggut menunggu ceritanya.

“...saya bekerja sebagai seorang kuli bangunan selama hampir 2 tahun di Jakarta. Antum tentu tahu bagaimana tampang para pekerja kasar itu bukan?! Hidupnya bergantung pada order ada tidaknya proyek pembangunan, jika sedang tidak ada order... kami duduk di pinggiran jalan dengan alat pertukangan berada di depan kami sambil berharap hari itu ada kontraktor yang membutuhkan tenaga kerja dengan upah murah...” ia bertutur dengan semangat.

Saya membayangkan bagaimana jika saya yang berada di posisinya saat itu. Melihat teman-teman SMA saya yang langsung kuliah, sementara saya harus bekerja kasar untuk membiayai hidup dan masa depan... masya Allah... belum lagi tekanan mental yang harus saya hadapi...

“... setelah 2 tahunan saya bekerja akh, dan selama itu pula saya menabung... saya akhirnya mencoba untuk ikut SPMB, karena tanpa pendidikan saya gak akan jadi apa-apa. Bayangkan akhi... selama 2 tahunan saya hanya berkutat dengan adukan semen, debu, dan keringat... tentu beban berat bagi saya jika selama 2 tahunan itu saya tak pernah menyentuh pelajaran lagi... dan kemudian dihadapkan dengan yang namanya SPMB... hehehe” ia tertawa renyah mengingat masa-masa itu.

“...namun Allah itu luar biasa akhi. Ia tahu apa yang hamba-Nya perjuangkan. Alhamdulillah... saya diterima di salah satu perguruan tinggi negeri terbaik negeri ini... IPB akh... bersamaan dengan antum yang waktu itu setelah lulus SMA langsung masuk ke IPB... tahun 2004...”
Subhanallah... berarti ia lebih senior dua tahun dibanding saya jika dilihat dari kelulusan SMA-nya. Wah perjuangan hebat.

“...Alhamdulillah selama kuliah pula saya mendapatkan beasiswa dari salah satu instansi yang peduli akan pendidikan mahasiswa Indonesia, dan kemudian berkesempatan mengikuti berbagai aktivitas menakjubkan selama itu... Bahkan 3 tahun kemudian saya dipercaya oleh teman-teman untuk memimpin Himpunan Mahasiswa di jurusan saya... hehehe...”
Wow... seorang kuli yang akhirnya menjadi mahasiswa... mantab sekali.

“Dan akhirnya saya bisa lulus dari IPB dengan baik...” ujarnya tersenyum...
Wah... dua tahun jadi kuli... masuk IPB bareng, namun lulusnya lebih cepat daripada saya... subhanallah...

“...namun akhi... perjuangan saya untuk luluspun ada ujiannya. Allah akan selalu memberikan ujian sesuai dengan kadar kekuatan kita untuk menghadapinya... Ketika tingkat akhir... saya sempat cuti 1 semester karena tidak mampu membayar uang SPP. Namun saya tidak memberitahukan pada siapapun kondisi itu... saya tetap ke kampus sehingga teman-teman saya tidak menaruh curiga bahwa saat itu saya memiliki masalah yang kompleks...”

Saya tertegun...

“...selama masa itu saya kembali bekerja... bukan lagi dengan tenaga kasar... namun saya berusaha untuk membuka jalan rezeki dari cara yang lebih cerdas... saya mulai menawarkan training motivasi ke sekolah-sekolah. Awalnya memang sulit... namun lambat laun... alhamdulillah saya mulai bisa membuka jalan itu... mengumpulkan uang dan kembali aktif kuliah di kampus untuk menyelesaikan studi saya...”

Subhanallah... tak henti-hentinya saya bertasbih. Sempat cuti 1 semester... namun masih bisa duluan lulus dari saya... wah-wah... subhanallah...

“...akhirnya saya bergabung di ABCo Training Center sebagai trainer di sana. Dan jadilah saya yang seperti ini... kesana kemari berbagi inspirasi dan motivasi, akh... Dulu saya mati-matian bekerja sebagai kuli bangunan... kini insya Allah... Alhamdulillah... saya bisa mulai mandiri. Mengirim uang ke orang tua saya di desa, membiayai adik saya... atau terkadang saya pulang ke kampung saya untuk berbagi inspirasi motivasi bersama anak-anak di sana... Saya tidak pernah malu dengan semua yang saya usahakan... karena semua itu menjadikan saya seperti yang antum lihat sekarang...” senyumnya mengembang hangat...

Wow... Allahu Akbar... sering saya tertegun dan merenungkan kisah “sederhana” yang ia sampaikan pada saya waktu itu. Seorang kuli yang mampu menginspirasi orang lain dengan luar biasa... subhanallah. Jika seorang mantan kuli bangunan saja bisa... maka pertanyaan bagi kita selanjutnya adalah...

“Apakahkita bisa melakukan yang lebih baik dengan kondisi kita jauh lebih beruntung daripadanya?”

Alhamdulillah... saya selalu bersyukur dapat bertemu dengan orang-orang sederhana namun begitu menginspirasi kisah hidupnya... terinspirasi dari banyak orang dan semoga menginpirasi lebih banyak orang lainnya...

Apapun impian Anda... milikilah! Dan jangan pernah lelah untuk mewujudkannya! Seperti sebuah sms dari seorang al akh yang kebetulan sampai saat tulisan ini saya buat...

“...kelelahan kita adalah kumpulan energi-energi untuk melintasi kelelahan-kelelahan berikutnya. Hingga kita tiada pernah lelah lagi... bahkan lelah itu telah lelah dengan sendirinya untuk mengejar kita... semangat akhi...”

(Jazakumullah kepada akh Aris Setyawan, TEP-IPB 41 atas kisah hidupnya yang menginspirasi tulisan ini)

http://danangap7.multiply.com/journal/item/65

0 komentar:

Poskan Komentar